.::REEZHAL SPACE::.

15October 2009

CPI Gelar Chevron Futsal Championship Untuk Kalangan Wartawan

Filed under: Default
PEKANBARU: PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) untuk pertama kalinya menggelar kompetisi futsal antar media di Pekanbaru. Ajang yang diberi nama ”Chevron Futsal Championship 2009” ini ditaja untuk mempererat persaudaraan dan persahabatan antar media di Pekanbaru dan CPI, serta sebagai sarana kompetisi antar wartawan di bidang olahraga futsal.

Menurut rencana, kompetisi tersebut akan digelar di Gajah Mada Futsal, Jl. Setia Budi Pekanbaru selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, (30/10) hingga Minggu, (1/11).

Pertandingan futsal bersistem setengah kompetisi dengan total hadiah Rp30 juta ini, akan diikuti oleh 32 tim putra dan 16 tim putri dari 30 lebih media cetak dan elektronik yang ada di Pekanbaru. Technical meeting akan dilaksanakan di kantor PWI Cabang Riau pada Kamis (29/10).

Manager Communications and Media Relations CPI Hanafi Kadir mengungkapkan bahwa kompetisi futsal ini diselenggarakan untuk menampung animo teman-teman wartawan yang begitu antusias dengan olahraga futsal ini.

”Selain ajang kumpul-kumpul dan bertukar informasi, juga membuat kita makin sehat sekaligus memupuk jiwa kompetisi dan sportivitas”, tuturnya.

Pemenang Chevron Futsal Championship 2009 akan diumumkan dalam acara puncak, Semarak Pers 2009 (7/11). Semarak Pers adalah wahana silaturahmi antar pers Riau dan CPI yang digelar setiap tahun oleh CPI dan dimeriahkan dengan berbagai games dan doorprizes.(ad/rls)

 

4October 2009

Gempa 7,6 SR Guncang Sumbar, LIPI: Potensi Gempa Dahsyat 8,8 SR di Sumbar

Filed under: Default

Kekuatan gempa tersebut adalah 30 kali lipat lebih besar dibandingkan di Padang.

Pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan ada potensi gempa jauh lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

"Kekuatan gempa tersebut sebesar 8,8 SR dengan energi 30 kali lipat lebih besar dibandingkan di Padang dengan skala 7,6 SR," kata Dr Danny Hilman Natawidjaya, pakar gempa LIPI dalam penjelasannya kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat 2 Oktober 2009.

"Posisi pusat gempa berada di segmen Mentawai, Sumatera Barat," katanya. Sedangkan, gempa yang terjadi di Padang tidak mengurangi potensi pelepasan energi di segmen Mentawai, justru memicu pelepasan energi lebih cepat.

Dia mengatakan Tim Peneliti gempa dari LabEarth LIPI dan Tim Prof. Kerry Sieh dari Earth Observatory of Singapore, NTU sudah mulai meneliti sumber-sumber gempa bumi di Sumatra sejak tahun 1990 sehingga karakteristik kegempaan di Sumatera sudah cukup diketahui.

Menurut dia, dari penelitian itu dapat direkonstruksi siklus gempa besar di (zona subduksi) Mentawai sejak 100 tahun lalu yang menurut rekonstruksi siklus tersebut periode ulangnya sekitar 200 tahunan.

Perioda gempa-gempa besar terakhir terjadi tahun 1797 dan 1833. Menariknya, kata dia, pelepasan akumulasi tektonik di akhir siklus gempa tersebut hampir selalu berupa kejadian gempa besar lebih dari satu kali.

Nah sejak gempa besar kembar tahun 1797 & 1833 tersebut status “zona subduksi (atau biasa disebut juga sebagai “megathrust”) dari segmen Mentawai sudah berada di siklus akhir. Gempa megathrust yang terjadi pada September 2007 bisa dianggap sebagai permulaan periode pelepasan tekanan tektonik tersebut.

"Dari hasil kalkulasi kami gempa 2007 tersebut hanya melepaskan tidak lebih dari 1/3 jumlah energi tekanan tektonik yang terakumulasi di Mentawai," kata dia.

Artinya, dia mengingatkan masih ada sekitar 2/3 energi lagi yang tersimpan. Apabila 2/3 ini dilepaskan sekaligus maka bisa menghasilkan gempa dengan kekuatan sampai 8,8 SR.

Wawancara Selengkapnya, Baca SOROT VIVAnews besok, Sabtu, 3 Oktober 2009.

Source : http://www.lipi.go.id/

Pengembangan Modul Radio Multikanal untuk Sistem Komunikasi Rural

Filed under: Default

Kegiatan penelitian yang diajukan dalam proposal ini adalah bagian dari pengembangan sebuah sistem komunikasi tanpa kabel untuk komunikasi telepon maupun komunikasi data di daerah pedesaan atau daerah terpencil. Sistem komunikasi tersebut akan menjawab kebutuhan akan sarana komunikasi di daerah yang jauh dari akses jaringan komunikasi yang ada, memiliki sedikit pengguna potensial dengan lokasi yang berjauhan, dan kemampuan ekonomi rendah, di mana teknologi komunikasi kabel, komunikasi seluler dan komunikasi satelit, kurang cocok untuk diterapkan dilihat dari segi ekonomis, kepraktisan, dan efisiensi.

Sistem komunikasi yang dikembangkan tersusun oleh beberapa perangkat, yakni sebuah perangkat central unit, sebuah perangkat base unit, dan beberapa perangkat subscriber unit. Central unit dihubungkan ke jaringan komunikasi yang ada (saluran telepon) dan subscriber unit ditempatkan pada sisi pelanggan atau pengguna. Sedangkan base unit berfungsi sebagai wireless exchange dan memungkinkan seorang pelanggan berkomunikasi dengan pelanggan lain tanpa menggunakan saluran telepon atau dengan seseorang di luar sistem melalui saluran telepon. Hal yang sama berlaku untuk komunikasi data. Base unit dilengkapi dengan pencatat waktu percakapan (call record) sebagai penyimpan data yang akan digunakan untuk menghitung biaya percakapan.

Kelebihan sistem yang dikembangkan adalah penggunaan saluran telepon dan frekuensi radio yang efisiensi, kebutuhan akan menara antena yang rendah untuk menjamin line of sight (LOS), dan cocok digunakan di daerah di mana jarak antara satu pelanggan dan pelanggan cukup jauh (>10 km). Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan modul pemancar dan penerima radio fullduplex multichannel. Modul tersebut akan mendukung multiakses TDMA pada downlink dan FDMA pada uplink pada band VHF. Pada pengembangan berikutnya akan dilakukan perbaikan multiakses dan protokol, dibarengi dengan kemungkinan penggunaan frekuensi pada band lain yang lebih sesuai dan rancangan perangkat yang lebih terpadu.

Source : http://www.ppet.lipi.go.id/in/penelitian/tematik/25-pengembangan-modul-radio-multikanal-untuk-sistem-komunikasi-rural.html


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com

free hit counter
free hit counter